Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengatasi Perundungan Siswa di SMP Negeri 18 Samarinda

Detail Cantuman

Skripsi-MPI

Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengatasi Perundungan Siswa di SMP Negeri 18 Samarinda

XML

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya kasus perundungan yang terjadi di Indonesia terutama pada siswa remaja tingkat SMP, berdasarkan data dari sistem informasi online PPPA tahun 2024 terdapat sebanyak 1.450 kasus perundungan terjadi di lingkungan sekolah. Di SMP Negeri 18 Samarinda, masalah perundungan menjadi perhatian utama karena dapat mempengaruhi kesehatan mental siswa, menciptakan lingkungan belajar yang tidak kondusif, dan berdampak pada reputasi sekolah. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, perundungan yang terjadi di sekolah ini meliputi perundungan sosial, fisik dan juga verbal. Untuk mengatasi hal tersebut, peran kepala sekolah dirasa sangat penting dalam merumuskan strategi untuk mengatasi perundungan. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam mengatasi perundungan siswa di SMP Negeri 18 Samarinda dan untuk mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat strategi kepala sekolah dalam mengatasi perundungan di SMP Negeri 18 Samarinda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 18 Samarinda, data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, waka kesiswaan, guru BK, dan siswa, sedangkan observasi dilakukan dengan peneliti melihat langsung keadaan di lokasi tersebut, dan dokumentasi diperoleh dari catatan guru BK. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondenasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian strategi kepala sekolah dalam mengatasi perundungan siswa di SMP Negeri 18 yaitu dengan mencari tahu penyebab dari perundungan tersebut, kemudian kepala sekolah dibantu dengan guru melakukan kerja sama dalam menindak lanjuti secara cepat masalah perundungan yang terjadi di sekolah tersebut, setelah menindak lanjuti hal tersebut, kepala sekolah memberikan pengertian atau penjelasan mengenai dampak perundungan, pengertian atau penjelasan ini tidak hanya diberikan kepada pelaku atau korban, tetapi juga dilakukan sosialisasi di dalam kelas bagi seluruh siswa pada saat jam kosong atau pada saat upacara, lalu guru juga melakukan program anti perundungan dalam pembelajaran P5, setelah itu kepala sekolah akan memberikan sanksi yang menimbulkan efek jera bagi pelaku perundungan. Faktor pendukung kepala sekolah dalam mengatasi perundungan adalah dengan melakukan kerja sama dan koordinasi yang baik antara guru guru dan siswa, adapun yang menjadi faktor penghambat adalah sulitnya melakukan komunikasi dengan beberapa orang tua siswa mengenai perundungan serta sikap tertutup yang dimiliki oleh beberapa siswa.


Detail Information

Item Type
Skripsi
Penulis
Student ID
21.1110.2028
Dosen Pembimbing
Prof. Dr. H.Mukhamad Ilyasin, M.Pd. - - Dosen Pembimbing 1
Anggie Nadia Dinihari, M.Pd. - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
86231
Edisi
Published
Departement
FTIK-UINSI Samarinda
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit MPI-FTIK : Samarinda.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
Copyright
Individu Penulis
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail