Skripsi-MPI
Manajemen Program Pembinaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Dalam Membangun Kepercayaan Orang Tua (Studi Kasus di SMP Negeri 14 Samarinda)
XMLPenelitian ini di latarbelakangi oleh pentingnya penerapan manajemen program pembinaan anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam lingkungan pendidikan inklusif untuk membangun kepercayaan orang tua terhadap sekolah. Kepercayaan orang tua merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pendidikan anak berkebutuhan khusus, karena keterlibatan dan dukungan orang tua sangat menentukan keberlanjutan program pembinaan. SMP Negeri 14 Samarinda sebagai salah satu sekolah penyelenggara pendidikan inklusif memiliki komitmen dalam melaksanakan pembinaan ABK melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program yang sistematis. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya komunikasi antara guru dan orang tua. Sedangkan metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan pendekatan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru pembimbing khusus (GPK), guru mata pelajaran, dan orang tua peserta didik ABK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kegiatan pembinaan ABK di sekolah. Data dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperkuat melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil yang dapat diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembinaan ABK dilakukan dengan penyusunan program pembelajaran individual (PPI), identifikasi kebutuhan siswa, serta koordinasi antara guru dan orang tua dalam menentukan tujuan pembelajaran. (2) Pengorganisasian dilaksanakan melalui pembagian tugas yang jelas antara GPK, guru kelas, dan pihak sekolah, (3) Pelaksanaan program dilakukan dengan strategi pembelajaran adaptif, pendampingan personal, serta kegiatan pembinaan sosial dan emosional yang melibatkan orang tua. (4) Evaluasi dilakukan secara berkala melalui laporan perkembangan anak yang disampaikan kepada orang tua. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kepercayaan orang tua meningkat ketika sekolah menerapkan transparansi informasi, pendekatan empatik, dan komunikasi dua arah yang intensif. Namun, faktor penghambat masih ada, seperti keterbatasan tenaga GPK, kurangnya pelatihan khusus. Penelitian ini menegaskan bahwa manajemen program pembinaan ABK yang efektif tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembangunan hubungan sosial antara sekolah dan keluarga hingga akan terbentuknya suatu kepercayaan.
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
URMILA - Personal Name
|
| Student ID |
21.1110.2108
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji |
Prof. Dr. Muhammad Eka Mahmud, M.Ag. - - Ketua Penguji
Dr. Siti Julaiha, S.Ag., M.Pd. - - Penguji 1 Dr. Rhendica, M.Pd. - - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
86231
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
FTIK-UINSI Samarinda
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | MPI-FTIK : Samarinda., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil | |
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







