Skripsi-PAI
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Tradisi Baayun Bagi Suku Banjar di Desa Sungai Alang Kalimantan Selatan
XMLPenelitian ini dilatarbelakangi dari sebuah tradisi masyarakat lokal Kalimantan Selatan berawal dari tradisi baayun maulid yang dilaksanakan setiap tahun pada saat kelahiran Nabi Muhammad Saw, di desa Banua Halat Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan tepatnya di masjid tua al-Mukarromah. Tradisi ini mulai dikenal dan diikuti oleh masyarakat luas tidak hanya di Kabupaten Tapin saja, tetapi meluas keberbagai daerah yang ada di Kalimantan Selatan dengan aturan dan ketetapan yang dimodifikasi, salah satunya ialah pada desa Sungai Alang Kalimantan Selatan yang melaksanakan tradisi ini dengan sebutan baayun artinya perayaan ini dilaksanakan pada setiap 40 hari usia kelahiran anak. Tradisi ini sudah menjadi kebiasaan turun-menurun yang akan terus dipertahankan dan dilestarikan keberadaannya di desa Sungai Alang Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di desa Sungai Alang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Sungai Alang, bidan, Ustadz, dan masyarakat yang telah melaksanakan tradisi baayun. Sedangkan, objek dalam penelitian ini adalah prosesi pelaksanaan tradisi baayun dan nilai-nilai pendidikan Islam pada tradisi baayun di desa Sungai Alang Kalimantan Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, adapun teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber data dan teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diperoleh (1) prosesi pelaksanaan tradisi baayun merupakan proses mengayunkan anak setelah yang masuk pada usia 40 hari kelahirannya. Pada umumnya pelaksanaan baayun ini urutannya ialah akikah kemudian baayun dan tasmiyah. Adapun alat dan bahan yang diperlukan pada tradisi baayun yaitu pondasi ayunan, tiga kain ayunan, ulekan batu, minyak baboreh, pisang mahuli, kembang rampai, buku Yasin, bawang merah tunggal, kue cucur dan kue cincin, uang dan jajanan snack, sabut kelapa dan piduduk. Benda-benda tersebut masing-masing memiliki simbol dan makna yang mendalam mengenai harapan orang tua terhadap anak. Adapun prosesi pelaksanaan tradisi baayun dipimpin oleh bidan yang diawali dengan mengayun ulekan, membaca maulid habsyi dan mahalul qiyam, memasukan anak dalam ayunan, membaca yasin dan doa selamat. (2) Nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam media tradisi baayun di desa Sungai Alang Kalimantan Selatan yaitu: Nilai akidah keimanan dan syukur, nilai ibadah membaca maulid habsyi, mahalul qiyam, membaca surah Yasin, dan doa selamat, serta nilai akhlak toleransi, tolong menolong, kasih sayang, dan sopan santun.
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
Su’aibatul ASLAMIYAH - Personal Name
|
| Student ID |
21.1110.1041
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji |
Dr. Iskandar, M.Ag. - - Ketua Penguji
Dr. Hj. Noorthaibah, M.Ag. - - Penguji 1 Nur Fuadi Rahman, M.Pd. - - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
86208
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
FTIK-UINSI Samarinda
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | PAI-FTIK : Samarinda., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil | |
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







