Pengaruh Pembelajaran Kolaboratif Terhadap Keaktifan Belajar Siswa di MIN 2 Samarinda

Detail Cantuman

Skripsi-PAI

Pengaruh Pembelajaran Kolaboratif Terhadap Keaktifan Belajar Siswa di MIN 2 Samarinda

XML

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa di kelas V MIN 2 Samarinda yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional. Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, model pembelajaran kolaboratif mulai diterapkan. Model ini menekankan kerja sama antarsiswa dalam menyelesaikan tugas akademik dan membangun pemahaman secara bersama. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kolaboratif terhadap keaktifan belajar siswa serta mengidentifikasi indikator keaktifan yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas V sebanyak 77 orang yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup dengan skala Likert, observasi, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Grand theory yang digunakan adalah teori konstruktivisme dan teori motivasi, yang menekankan pada pentingnya keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keaktifan belajar siswa. Hal ini dibuktikan dari nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t-hitung sebesar 7,951 > t-tabel 1,665. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 35,034 + 0,663X, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,457. Artinya, sebesar 45,7% variasi keaktifan belajar siswa dapat dijelaskan oleh pembelajaran kolaboratif, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa indikator pembelajaran kolaborstif yang paling dominan adalah ketergantungan positif (tanggungjawab kekompok) aktivitas siswa dalam berdiskusi, dan pada indikator keaktifan belajar yg paling dominan adalah aktivitas visual. Menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan terlibat dalam penyelesaian masalah kelompok. Hal ini membuktikan bahwa strategi pembelajaran yang melibatkan interaksi sosial dan kerja sama kelompok mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara signifikan, baik secara kognitif maupun afektif. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kolaboratif merupakan strategi efektif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam memilih metode pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar aktif, menyenangkan, dan bermakna. Selain itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi teoritis dalam memperkuat pemahaman tentang peran interaksi sosial dalam pembelajaran, sebagaimana diungkapkan dalam teori konstruktivisme sosial.


Detail Information

Item Type
Skripsi
Penulis
Yenny PUSPITA - Personal Name
Student ID
21.1110.1087
Dosen Pembimbing
Dr. Iskandar, M.Ag. - - Dosen Pembimbing 1
Fathur Rahman, S.Si., M.Si. - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
86208
Edisi
Published
Departement
FTIK-UINSI Samarinda
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit PAI-FTIK : Samarinda.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
Copyright
Individu Penulis
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail