Skripsi-PAI
Persepsi Pendidik dan Peserta Didik Terhadap Segregasi Gender Dalam Proses Pembelajaran PAI di MTs At-Taqwa Samarinda
XMLPenelitian ini dilatarbelakangi oleh penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa persepsi terhadap segregasi gender dalam pendidikan bervariasi antara pendidik dan peserta didik. Beberapa studi menyatakan segregasi gender dapat meningkatkan kenyamanan dan partisipasi peserta didik, sementara studi lain menunjukkan hal tersebut dapat menghambat interaksi sosial dan kolaborasi antar peserta didik laki-laki dan perempuan. Hal ini menunjukkan adanya temuan yang belum konsisten. Adanya fenomena menarik di MTs At-Taqwa Samarinda, di mana kebijakan segregasi gender dipersepsikan secara beragam oleh pendidik dan peserta didik. Observasi awal juga menunjukkan perbedaan signifikan dalam dinamika pembelajaran, meliputi partisipasi peserta didik, keaktifan diskusi dan fokus pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan menganalisis persepsi pendidik dan peserta didik tentang segregasi gender dalam proses pembelajaran PAI di MTs At-Taqwa Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data adalah sumber data primer dan sumber data sekunder, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pendidik positif terhadap segregasi gender, bahwa segregasi gender dalam pembelajaran PAI memberikan keuntungan dalam hal fokus dan kondusivitas kelas, serta memungkinkan penyesuaian metode pengajaran yang relevan dengan karakteristik masing-masing gender. Peserta didik juga memiliki persepsi yang positif, Mereka mengungkapkan perasaan lebih nyaman, fokus dan bebas berekspresi di dalam kelas yang terpisah gender. Peserta didik laki-laki maupun perempuan merasa tidak tertekan atau malu untuk bertanya terutama ketika pembelajaran tersebut terkait dengan hal yang sensitif untuk dibahas terutama pembelajaran Fikih yaitu materi baligh, berdiskusi, atau berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran PAI ketika tidak ada lawan jenis di dalam kelas. Secara keseluruhan, segregasi gender di MTs At-Taqwa Samarinda dipersepsikan secara positif oleh pendidik dan peserta didik sebagai lingkungan yang mendukung efektivitas dan kenyamanan proses pembelajaran PAI.
Detail Information
| Item Type |
Skripsi
|
|---|---|
| Penulis |
Maylin IRWINDA - Personal Name
|
| Student ID |
21.1110.1244
|
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji |
Drs. H. Akhmad Riyadi, SS., M.Hum. - - Ketua Penguji
H. Khairy Abusyairi, Lc., M.A. - - Penguji 1 Rahmatillah, M.Pd. - - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
86208
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
FTIK-UINSI Samarinda
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | PAI-FTIK : Samarinda., 2025 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil | |
| Copyright |
Individu Penulis
|
| Doi |







